Hubungan Perilaku Kesehatan Orang Tua dan Kualitas Hidup terkait Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak Prasekolah

Avina A. Nasia, Anisa N. Rosyidah, Nabhani Ibrahim

 

 

Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Email: avina.anin@fk.undip.ac.id

Received: February 23, 2022; Accepted: April 9, 2022; Published on line: April 12, 2022

 

 

Abstract: Oral health related quality of life (OHRQoL) in children is affected by several factors inter alia characteristics of children and environmental factors including parental health behavior. This study aimed to assess the relationship between parental health behavior and OHRQoL among preschoolers. This was an observational study using cross sectional design. This study was conducted through interviews with 177 parents of preschoolers (5-6 years old) in Semarang using a questionnaire on parental behavior related to oral health that had been tested for validity and reliability and the Early Childhood Oral Impact Scale (ECOHIS) questionnaire. The Spearman correlation test analysis was used to assess the relationship between variables. The results showed that there were no significant differences in the relationship between knowledge and action aspects with all ECOHIS score domains. However, there was a significant relationship between aspects of parental attitudes and the subdomain of self-image and social interaction, in particular avoiding speaking (p<0.05). In conclusion, there is no significant difference in the relationship between parental behavior and OHRQoL among preschoolers. However, parental attitudes potentially affect self-image and social interaction of the preschoolers.

Keywords: OHRQoL; quality of life; ECOHIS; preschoolers

 

 

Abstrak: Kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut/oral health related quality of life (OHRQoL) pada anak-anak dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kondisi karakteristik anak dan faktor lingkungan, termasuk perilaku kesehatan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku kesehatan orang tua dengan kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut anak-anak usia prasekolah di Semarang. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan 177 orang tua yang mempunyai anak usia prasekolah (5-6 tahun) di Semarang dengan menggunakan kuesioner perilaku orang tua terkait kesehatan gigi dan mulut yang telah diuji validitas dan reliabilitas, serta kuesioner Early Childhood Oral Impact Scale (ECOHIS). Analisis uji korelasi Spearman digunakan untuk menilai hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak didapatkan perbedaan bermakna pada hubungan aspek pengetahuan dan tindakan dengan semua domain skor ECOHIS. Namun, terdapat hubungan bermakna antara aspek sikap orang tua dengan subdomain citra diri dan interaksi sosial yaitu menghindari berbicara (p<0.05). Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat perbedaan bermakna pada hubungan perilaku orang tua dengan kualitas hidup terkait gigi dan mulut pada anak. Namun, komponen sikap orang tua berhubungan dengan sub domain citra diri dan interaksi sosial.

Kata kunci: OHRQoL; kualitas hidup; ECOHIS; anak usia prasekolah

 

 

 

 

135

 

 

 

PENDAHULUAN

Kesehatan gigi dan mulut belum men- jadi prioritas utama bagi sebagian masya- rakat sehingga masih banyak masyarakat yang mengeluhkan masalah gigi dan mulut.1 Berdasarkan hasil laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2018 prevalensi masalah gigi dan mulut di Indonesia sebesar 57,6% dan hanya 10,2% yang mendapatkan penanganan medis.2 Orang tua mempunyai peran yang sangat penting dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut anak-anak mereka.3 Orang tua membentuk perilaku, kebiasaan, sikap, dan norma pada anak-anak mereka sejak usia dini.4 Menurut Bloom, perilaku kesehatan terdiri atas tiga domain, yaitu: pengetahuan, sikap, dan praktik/tindakan.5

Pengetahuan orang tua merupakan variabel yang berperan lebih dominan dalam memengaruhi partisipasi orang tua karena pengetahuan akan menentukan sikap dan tindakan seseorang.4 Sikap sendiri merupa- kan suatu reaksi atau respon yang muncul terhadap suatu objek, namun sikap dan pengetahuan yang dimiliki seseorang belum tentu terwujud dalam suatu tindakan.5

Kesehatan gigi dan mulut anak berhu- bungan dengan perilaku kesehatan orang tuanya karena kebiasaan yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut terbentuk sejak bayi dan dipelihara sepanjang masa kanak-kanak.6 Adanya masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak akan berdampak pada kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut anak/oral health related quality of life (OHRQoL) yang mencerminkan kenyaman- an seseorang saat makan, tidur, berinteraksi sosial, dan kepuasan seseorang terhadap kesehatan mulutnya.7,8 Data dari beberapa survei di Indonesia menunjukkan penurunan kualitas hidup akibat keluhan sakit gigi. Salah satunya, hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT)-SURKESNAS 2001

yang menyebutkan bahwa dari 10 kelompok yang paling banyak dikeluhkan masyarakat, penyakit gigi dan mulut menempati urutan pertama (60% penduduk), sedangkan hasil SKRT 1998 menunjukkan bahwa 62,4% penduduk merasa terganggu dalam melak- sanakan pekerjaan/sekolah karena sakit gigi

dengan rerata 3,86 hari. Data terakhir penelitian kesehatan tahun 2007 oleh Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa meskipun penyakit gigi dan mulut tidak menyebabkan kematian, namun dapat menurunkan produktivitas kerja.9

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan dan mengingat pentingnya perawatan gigi pada masa kanak-kanak maka penulis terdorong untuk mengetahui lebih lanjut hubungan perilaku kesehatan orang tua dan kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut pada anak prasekolah.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan 177 responden orang tua dari anak-anak berusia 5-6 tahun yang berasal dari taman kanak-kanak di lima kecamatan di Semarang, yang telah mem- berikan izin dan bersedia untuk berpartisi- pasi. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling. Kriteria inklusi pene- litian ini ialah orang tua anak berusia 5-6 tahun yang bersedia berpartisipasi dan anak- anak dari orang tua tsb tidak memiliki riwayat penyakit sistemik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan persetujuan responden melalui for- mulir persetujuan. Alat ukur yang digunakan ialah dua kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.

Kuesioner pertama merupakan kuesio- ner perilaku kesehatan gigi dan mulut orang tua yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk menilai pengetahuan, 10 pertanyaan untuk menilai sikap, 10 pertanyaan untuk menilai tindakan, dan 13 pertanyaan untuk menilai kualitas hidup anak usia dini. Kuesioner kedua ialah kuesioner kualitas hidup terkait gigi dan mulut anak Early Childhood Oral Health Impact Scale (ECOHIS) versi baha- sa Indonesia digunakan untuk mewawan- carai ibu untuk penilaian kualitas hidup anak. Kuesioner ECOHIS dinilai menggunakan skala Likert dengan tanggapan berkisar dari 0 (tidak tahu), 1 (tidak pernah), 2 (jarang), 3

(kadang-kadang), 4 (sering), dan 5 (sangat sering).

Analisis data dilakukan dengan meng- gunakan uji korelasi Spearman untuk menen-

 

 

 

tukan kekuatan korelasi perilaku kesehatan orang tua dan kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut anak-anak mereka. Signifi- kansi statistik ditetapkan pada 5% (p<0,05) dengan interval kepercayaan 95% (CI). Analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics for Windows, Version 25 (IBM Corp., Armonk, NY, USA).

Protokol penelitian, surat persetujuan, dan dokumen pendukung lainnya telah dise- tujui oleh Komite Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro No.127/EC/KEPK/FK-Undip/ VI/2020.

 

HASIL PENELITIAN

Tabel 1 memperlihatkan bahwa anak- anak responden didominasi oleh lebih dari 50% anak perempuan usia prasekolah. Seba- gian besar responden berusia 31-40 tahun yaitu 46,3%.

 

Tabel 1. Data sosiodemografi responden

Variabel                  n (%)

 

Jenis kelamin anak

Laki-laki                      82 (46,3)

Perempuan                   95 (53,7) Usia orang tua (tahun)

20-30                           55 (31,1)

31-40                           82 (46,2)

41-45                           28 (15,8)

>45                               12 (6,9)

 

 

Tabel 2 (hal. 141) memperlihatkan bah- wa sebagian besar responden menjawab pertanyaan tentang pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan benar.

Tabel 3 (hal. 141-142) memperlihatkan sikap orang tua dinilai menggunakan kuesio- ner dengan 10 pernyataan, terdiri dari sikap orang tua terhadap pemeriksaan gigi anaknya merawat gigi sulung anak. Sebagian besar responden menjawab ya untuk semua pernyataan.

Tabel 4 (hal. 142) menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak membawa anak- nya untuk pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Namun sebagian besar responden selalu menemani anaknya saat menyikat gigi sendiri.

Tabel 5 (hal. 142-143) menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua tidak mengeluhkan dampak kondisi gigi dan mulut pada anak.

Tabel 6 dan 7 (hal. 143) menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan tindakan orang tua dengan OHRQoL anak pada setiap domain dan item (p>0.05). Kedua tabel ini juga menunjukkan tidak terdapat hubungan ber- makna antara sikap orang tua dengan OHRQoL anak pada setiap domain. Namun, Tabel 7 menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sikap orang tua dengan OHRQoL anak pada butir menghindari berbicara (p<0.05).

 

BAHASAN

Penelitian ini dilakukan untuk menge- tahui ada tidaknya hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku orang tua terhadap kuali- tas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut (OHRQoL) anak di Semarang. Penelitian ini didominasi oleh responden yang memiliki anak perempuan usia prasekolah. Sebagian besar responden berusia 31 sampai 40 tahun. OHRQoL dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan kuesioner ECOHIS yang menilai 6 domain, yaitu: gejala anak, fungsi anak, keadaan psikologis anak, citra diri dan interaksi sosial, kondisi orang tua, dan fungsi keluarga. Tabel 5 mengenai bagian domain dampak pada anak menun- jukkan bahwa sebagian besar responden melaporkan anaknya tidak pernah menga- lami nyeri pada gigi, mulut, dan rahang dalam tiga bulan terakhir. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kondisi klinis gigi anak. Semakin parah tingkat kerusakan gigi pada anak maka rasa sakitnya akan semakin meningkat pula sehingga akan mengganggu kenyamanan saat makan, tidur, dan aktivitas lainnya seperti dalam penelitian Rianti10 mengungkapkan bahwa penyakit karies dini jarang menimbulkan rasa sakit sehingga tidak memengaruhi kenyamanan responden kecuali jika infeksi berlanjut dan berubah menjadi abses dan pulpitis yang menyebab- kan seseorang mengeluhkan rasa sakit dan

sulit untuk istirahat.

Pada domain fungsi anak, sebagian besar

 

 

 

responden melaporkan bahwa anaknya tidak pernah mengalami kesulitan minum, kesulit- an makan, kesulitan berbicara, dan absen sekolah karena masalah gigi dan mulut. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Elfarisi et al11 dan Nurwati et al12 yang mendapatkan bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak tidak banyak berdam- pak pada dimensi fungsi anak, seperti: kesulitan minum, kesulitan makan, kesulitan berbicara, dan tidak masuk sekolah.

Pada domain keadaan psikologis anak, sebagian besar responden melaporkan bah- wa anaknya tidak pernah mengalami kesu- litan tidur, mudah marah atau frustasi karena masalah gigi dan mulut. Hasil ini sesuai dengan penelitian Permatasari et al13 dan Pesaressi et al14 yang menyatakan bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut anak tidak banyak berdampak pada kondisi psikologis anak.

Pada domain citra diri dan interaksi sosial, sebagian besar responden melaporkan bahwa anaknya tidak pernah menolak untuk tersenyum dan menolak berbicara karena masalah gigi dan mulut. Hasil ini sesuai dengan penelitian Pesaressi et al14 dan Lee et al15 yang melaporkan bahwa masalah kese- hatan gigi dan mulut anak tidak banyak berdampak pada keadaan psikologis anak.

Pada domain keadaan orang tua dan fungsi keluarga, mayoritas responden me- nyatakan tidak pernah merasa terganggu, merasa bersalah, mengambil cuti kerja, dan berdampak pada keuangan keluarga karena masalah gigi dan mulut. Hasil ini sesuai dengan penelitian Nurwati et al12 dan Perma- tasari et al13 yang menunjukkan bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut anak tidak banyak berdampak pada domain keadaan orang tua dan fungsi keluarga. Hal ini juga dapat disebabkan karena ketersediaan pela- yanan kesehatan gigi dasar bagi anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

 

Hubungan antara pengetahuan orang tua tentang OHRQoL anak-anak

Uji korelasi Spearman yang dilakukan pada variabel pengetahuan orang tua terhadap kualitas hidup anak terkait kese-

hatan gigi dan mulut (OHRQoL) menunjuk- kan tidak terdapat hubungan bermakna (p>0,05). Nilai r untuk korelasi antara penge- tahuan orang tua dengan OHRQoL anak menunjukkan bahwa kekuatan hubungan sangat rendah. Hal ini sesuai dengan pene- litian Rompis et al16 yang melaporkan tidak terdapat hubungan bermakna antara pengeta- huan orang tua dengan kesehatan gigi anak.

 

Hubungan antara sikap orang tua terhadap OHRQoL anak

Hasil uji korelasi Spearman yang dilaku- kan untuk variabel sikap orang tua terhadap kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut anak (OHRQoL) menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna (p>0,05). Nilai r untuk korelasi antara sikap orang tua dengan OHRQoL anak menunjukkan bahwa kekuatan hubungan sangat rendah. Hal ini sesuai dengan penelitian Kharisyanti17 yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh bermakna antara sikap orang tua dengan kesehatan gigi anak. Namun, pada item menghindari berbicara terdapat hubungan bermakna. Hal ini dapat disebabkan karena kuisioner terkait dengan sikap jawaban responden yang tidak heterogen karena sebagian besar responden menjawab ‘ya’ untuk semua pernyataan tentang sikap. Kemudian pada angket ECOHIS bagian item menghindari berbicara, jawaban responden bervariasi sehingga hasil pada item tersebut bermakna.

 

Hubungan antara tindakan orang tua terhadap OHRQoL anak-anak

Uji korelasi Spearman yang dilakukan pada variabel tindakan orang tua terhadap kualitas hidup anak terkait kesehatan gigi dan mulut (OHRQoL) menunjukkan korelasi yang tidak bermakna. Nilai r untuk korelasi antara tindakan orang tua dan OHRQoL anak menunjukkan kekuatan hu-bungan yang sangat rendah. Hasil berbeda ditunjukkan oleh Ulfah et al19 yang menjelaskan bahwa terdapat hubungan bermakna antara tindakan orang tua dengan kesehatan gigi dan mulut anak. Pada penelitian ini, data relatif homo- gen yaitu mayoritas orang tua (74,6%) tidak melakukan kunjungan rutin tiap 6 bulan

 

 

 

sekali untuk memeriksakan gigi anak mereka ke dokter gigi. Tindakan orang tua yang tidak tepat menunjukkan kurangnya pengetahuan orang tua terhadap dampak dari sebuah penyakit sehingga orang tua tidak melaku- kan pencegahan dan penanganan pengo- batan.19 Hal ini menunjukkan bahwa kese- hatan gigi dan mulut anak belum menjadi prioritas utama bagi orang tua.

Secara keseluruhan, tidak terdapat hu- bungan bermakna antara pengetahuan, sikap, dan tindakan orang tua dengan kualitas hidup anak terkait kesehatan gigi dan mulut (OHRQoL) di semua domain. Hal ini dapat disebabkan oleh karakteristik responden yang relatif homogen, yakni tidak mengeluh- kan dampak penyakit gigi dan mulut pada anak mereka. Namun, terdapat korelasi bermakna antara sikap orang tua dengan kualitas hidup anak terkait kesehatan gigi dan mulut (OHRQoL), pada subdomain meng- hindari senyum dan berbicara.

 

SIMPULAN

Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan, sikap, dan tindakan orang tua dengan kualitas hidup anak terkait kesehatan gigi dan mulut (OHRQoL) di semua domain. Namun, terdapat hubungan bermakna antara sikap orang tua dengan kualitas hidup anak terkait kesehatan gigi dan mulut (OHRQoL) pada subdomain menghin- dari senyum dan berbicara.

 

Konflik Kepentingan

Penulis menyatakan bahwa tidak terda- pat asosiasi komersial yang menjadi konflik kepentingan sehubungan dengan studi ini.

 

Sumber Dana

Penelitian ini didukung oleh Hibah Penelitian Tahun 2019 dari Fakultas Kedok- teran Universitas Diponegoro Nomor 1670/ UNJ.7.5.4.2/PP/2021.

 

Ucapan terima kasih

Ucapan terima kasih ditujukan kepada para orang tua dan guru yang membantu pro- ses pengambilan data, dan Fakultas Kedok- teran Universitas Diponegoro yang telah memberikan dana hibah untuk tim penulis.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Pusat Data dan Informasi Kesehatan Republik Situasi Kesehatan Gigi dan Mulut. 2014. [cited 2000 Feb 20]. Availabe from: https://pusdatin.kemkes. go.id/download.php?file=download/pus datin/infodatin/infodatin-gigi.pdf
  2. Kementerian Kesehatan RI Badan Penelitian dan Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan    Republik Indonesia. 2018. [cited 2000 Feb 20]. Available from: https://www.litbang. kemkes.go.id/hasil-utama-riskesdas- 2018/.
  3. Manohar J, Mani Knowledge and attitude of parents regarding children’s primary teeth & their willingness for treatment. J Pharm Sci Res. 2017;9(2):194-8.
  4. Juliastuti NLE, Hardy IPDK, Suarjana Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap prilaku orangtua dalam perawatan kesehatan gigi anak melalui kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Seko- lah di Wilayah Kerjapuskesmas III Denpasar Selatan. Prosiding Sintesa- Universitas Dhyana Pura. 2019;49-58.
  5. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan & Ilmu Jakarta: Rineka Cipta; 2012. p. 48-52.
  6. Priya MM, Kumar P, Saraswathi S. Assess- ment of parental oral health knowledge, attitude, and behavior. J Pharm Res. 2018;12(1):47-50.
  7. Kumar S, Zimmer-Gembeck MJ, Kroon J, Lalloo R, Johnson NW. The role of parental rearing practices and family demographics on oral health-related quality of life in Qual Life Res. 2017;26(8):2229-36.
  8. Sischo L, Broder Oral health-related quality of life: what, why, how, and future implications. J Dent Res. 2011;90(11): 1264-70.
  9. Simaremare AB, Siregar R. Gambaran karies yang tidak dirawat dengan kualitas hidup pada siswa kelas VII SMP Negeri

31 Medan. Jurnal Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Medan. 2017; 12(2):107-10.

  1. Rianti AN. Hubungan karies gigi terhadap kualitas hidup yang terkait dengan kese- hatan gigi dan mulut pada remaja usia 12- 14 Tahun di SMP Negeri 2 Jumantono Kabupaten Karanganyar [Skripsi]. Surakarta: Universitas Muhammadiyah

 

 

 

Surakarta; 2016.

  1. Elfarisi RN, Susilawati S, Suwargiani AA. Kesehatan gigi dan mulut terkait kualitas hidup anak usia 4-5 tahun di Desa Cilayung. J Kedokt Gigi Univ 2018;30(2):85.
  2. Nurwati B, Setijanto D, Budi Hubungan karies gigi dengan kualitas hidup pada anak sekolah. J Skala Kesehat Politek Kesehat Banjarmasin. 2019;10(1):41-7.
  3. Permatasari RF, Setiawati F, Badruddin IA. Association between early childhood caries and oral health-related quality of life using ecohis J Int Dent Med Res. 2019;12(3):1017-21.
  4. Pesaressi E, Villena RS, Frencken Dental caries and oral health-related quality of life of 3-year-olds living in Lima, Peru. Int J Paediatr Dent. 2020;30(1):57–65.
  5. Lee VHK, Grant CG, Mittermuller BA, Singh S, Weiss B, Edwards JM, et al. Asso- ciation between early childhood oral health impact scale (ECOHIS) scores and pediatric dental surgery wait

BMC Oral Health. 2020; 20(1):1-10.

  1. Rompis C, Pangemanan D, Gunawan Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi anak dengan tingkat keparahan karies anak TK di Kota Tahuna. e-GiGi. 2016;4(1).
  2. Kharisyanti F. Kaitan pengetahuan, sikap, tindakan orang tua terhadap kesehatan gigi dan mulut anak dengan kejadian Early Childhood Caries (ECC) (Studi Potong Lintang di Taman Kanak-Kanak Kelurahan Simokerto Surabaya) [BSc Thesis]. Surabaya: Universitas Airlang- ga;
  3. Ulfah R, Utami Hubungan pengetahuan dan perilaku orangtua dalam memeli- hara kesehatan gigi dengan karies gigi pada anak Taman Kanak Kanak. An Nadaa Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2020;7(2):146-50.
  4. Cahyaningrum Hubungan perilaku ibu terhadap kejadian karies gigi pada balita di Paud Pyra Sentosa. Jurnal Berkala Epidemiologi. 2017;5(April):143.

 

 

 

Tabel 2. Pengetahuan orang tua

 

Frekuensi menyikat gigi

 

Pengetahuan                                                                                   n (%)

 

>2x 46 (26)
2x 131 (74)
Durasi menyikat gigi
Min. 1 menit 92 (52)
Min. 2 menit 85 (48)

Menyikat gigi harus dilakukan setelah gigi sulung pertama muncul

Ya                                                                                                                                                                      131 (74)

Tidak                                                                                                                                                                 46 (26)

Gigi sulung ada 20 buah

Ya                                                                                                                                                                    149 (84,2)

Tidak                                                                                                                                                                28 (15,8)

Gigi permanen ada 32 buah

Ya                                                                                                                                                                    166 (93,8)

Tidak                                                                                                                                                                 11 (6,2)

Frekuensi menyikat gigi

2 bulan                                                                                                                                                             68 (38,4)

3 bulan                                                                                                                                                             93 (52,5)

>3 bulan                                                                                                                                                             16 (9)

Cokelat, minuman bersoda, dan makanan manis dapat menyebabkan gigi berlubang

Ya                                                                                                                                                                    167 (94,4)

Tidak                                                                                                                                                                 10 (5,6)

Membatasi makanan manis, menyikat gigi dan mengaplikasikan fluoride dapat mencegah karies gigi

Ya                                                                                                                                                                    162 (91,5)

Tidak                                                                                                                                                                 15 (8,5)

Frekuensi kunjungan ke dokter gigi

Setiap 4 bulan                                                                                                                                                   22 (12,4)

Setiap 6 bulan                                                                                                                                                    131 (74)

Setiap 12 bulan                                                                                                                                                 24 (13,6)

 

Menghisap ibu jari/mendorong lidah dapat menyebabkan gigi tidak beraturan

Ya                                                                                                                                                                    142 (80,2)

Tidak                                                                                                                                                                35 (19,8)

 

 

Tabel 3. Sikap orang tua

 

Sikap                                                                    n (%)

 

Kunjungan rutin anak ke dokter gigi

Ya                                                                                                                          157 (88,7)

Tidak                                                                                                                      20 (11,3)

Orang tua/pengasuh perlu mendampingi anak sikat gigi

Ya                                                                                                                          159 (89,8)

Tidak                                                                                                                      18 (10,2)

Menyikat gigi setelah makan itu penting

Ya                                                                                                                          165 (93,2)

Tidak                                                                                                                       12 (6,8)

Gigi sulung membutuhkan perawatan

Ya                                                                                                                          167 (94,4)

Tidak                                                                                                                       10 (5,6)

Pertumbuhan gigi sulung itu penting

Ya                                                                                                                          168 (94,9)

Tidak                                                                                                                        9 (5,1)

Melakukan konsultasi bila anak mengeluhkan sakit gigi

Ya                                                                                                                          158 (89,3)

Tidak                                                                                                                      19 (10,7)

Melakukan konsultasi bila gigi dan mulut anak berdarah

Ya                                                                                                                          130 (73,4)

Tidak                                                                                                                      47 (26,6)

 

 

 

Sikap                                                                    n (%)

Melakukan konsultasi terkait impaksi makanan

Ya                                                                                                                          112 (63,3)

Tidak                                                                                                                      65 (36,7)

Kesehatan gigi dan mulut itu penting

Ya                                                                                                                          155 (87,6)

Tidak                                                                                                                      22 (12,4)

Puas akan kondisi gigi dan mulut anak

Ya                                                                                                                          120 (67,8)

Tidak                                                                                                                      57 (32,2)

 

 

Tabel 4. Tindakan orang tua

 

Tindakan                                                                   n (%)

 

Kunjungan rutin ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali

Ya                                                                                                                                 45 (25,4)

Tidak                                                                                                                          132 (74,6)

Usia anak (tahun) saat kunjungan pertama ke dokter gigi

<1                                                                                                                                 21 (11,9)

1 – 2                                                                                                                              32 (18,1)

2 – 3                                                                                                                              21 (11,9)

> 3                                                                                                                               103 (58,2)

Pertama kali membersihkan gigi pada saat gigi sulung pertama tumbuh

Ya                                                                                                                               132 (74,6)

Tidak                                                                                                                           45 (25,4)

Menyikat gigi anak

Ya                                                                                                                               171 (96,6)

Tidak                                                                                                                             6 (3 4)

Frekuensi menyikat gigi anak

<2 kali sehari 10 (5,6)
≥2 kali sehari 167 (94,4)
Durasi menyikat gigi
1 menit 110 (62,1)
2 – 4 menit 67 (37,9)

Membersihkan gigi anak setelah anak makan

Ya                                                                                                                               112 (63,3)

Tidak                                                                                                                           65 (36,7)

Mengganti sikat gigi setelah tiga bulan

Ya                                                                                                                               154 (87,0)

Tidak                                                                                                                           23 (13,0)

 

 

Tabel 5. Hasil kuesioner ECOHIS

Tidak pernah           Sangat

Jarang        Sering           Sangat

 

Tidak

 

Item

jarang

sering

tahu

 

n(%) n(%) n(%) n(%) n(%) n(%)
Dampak pada Anak

Keluhan sakit gigi

 

63 (35,6)

 

64 (36,2)

 

47 (26,6)

 

2 (1,1)

 

0 (0,0)

 

1 (0,6)

Domain fungsi anak Kesulitan saat minum air  

131 (74,0)

 

15 (8,5)

 

27 (15,3)

 

3 (1,7)

 

0 (0,0)

 

1 (0,6)

Kesulitan saat makan 125 (70,6) 24 (13,6) 19 (10,7) 3 (1,7) 0 (0,0) 6 (3,4)
Kesulitan saat mengucapkan kata 157 (88,7) 9 (5,1) 19 (10,7) 0 (0,0) 2 (1,1) 3 (1,7)
Tidak masuk kelas/sekolah 157 (88,7) 14 (7,9) 3 (1,7) 0 (0,0) 0 (0,0) 3 (1,7)
Psikologi anak Kesulitan saat tidur  

148 (84,6)

 

22 (12,4)

 

2 (2,3)

 

1 (0,6)

 

0 (0,0)

 

2 (1,1)

Mudah kesal 148 (84,6) 15 (8,5) 9 (5,1) 2 (1,1) 0 (0,0) 3 (1,7)
Interaksi sosial

Menghindari tersenyum/tertawa

 

149 (84,2)

 

14 (7,9)

 

10 (5,6)

 

1 (0,6)

 

0 (0,0)

 

3 (1,7)

Menghindari bicara 161 (91,0) 7 (4,0) 6 (3,4) 2 (1,1) 0 (0,0) 1 (0,6)

 

 

 

 

jarang sering tahu
Dampak pada Keluarga

Domain stres pada orang tua

Merasa kesal 136 (76,8) 12 (6,8) 18 (10,2) 3 (1,7) 1 (0,6) 7 (4,0)
Merasa bersalah 127 (71,8) 17 (9,6) 21 (9,6) 4 (2,3) 3 (1,7) 5 (2,8)
Domain Fungsi Keluarga
Izin tidak masuk kerja 160 (90,4) 8 (4,5) 6 (3,4) 0 (0,0) 1 (0,6) 2 (1,1)
Dampak finansial 146 (82,5) 14 (7,9) 12 (6,8) 2 (1,1) 1 (0,6) 2 (1,1)

 

Item                                 Tidak pernah           Sangat

Jarang          Sering         Sangat

Tidak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

r p* r p* r p*
Dampak pada anak -0,035 0,645 0,136 0,071 0,002 0,980
Domain fungsi anak -0,080 0,292 0,034 0,651 0,026 0,728
Psikologi anak -0,050 0,506 -0,075 0,323 0,028 0,715
Interaksi sosial -0,093 0,220 -0,137 0,069 0,019 0,800
Dampak pada keluarga -0,006 0,935 -0,032 0,669 -0,082 0,276
Domain fungsi keluarga -0,004 0,954 -0,086 0,257 0,023 0,766
*Uji korelasi Spearman

 

Tabel 6. Hubungan perilaku orang tua dengan tiap domain OHRQoL anak

Domain                                          Pengetahuan                               Attitude                                Actions

 

 

 

 

 

r p* r p* r p*
Dampak pada Anak

Keluhan sakit gigi

 

0,119

 

0,114

 

0,039

 

0,607

 

-0,004

 

0,959

Domain fungsi anak Kesulitan saat minum air  

-0,031

 

0,678

 

-0,009

 

0,904

 

-0,130

 

0,086

Kesulitan saat makan -0,071 0,347 -0,054 0,475 -0,111 0,141
Kesulitan saat mengucapkan kata -0,079 0,300 -0,038 0,612 0,033 0,665
Tidak masuk kelas/sekolah 0,040 0,595 -0,103 0,174 -0,039 0,603
Psikologi anak Kesulitan saat tidur  

0,050

 

0,506

 

-0,071

 

0,352

 

-0,038

 

0,620

Mudah kesal -0,010 0,893 -0,051 0,499 -0,095 0,209
Interaksi sosial

Menghindari tersenyum/tertawa

 

0,002

 

0,984

 

0,145

 

0,050

 

0,047

 

0,538

Menghindari bicara 0,090 0,236 0,181 0,016 0,050 0,507
Dampak pada Keluarga

Domain stres pada orang tua Merasa kesal

 

 

0,069

 

 

0,361

 

 

0,057

 

 

0,455

 

 

0,053

 

 

0,482

Merasa bersalah 0,050 0,514 0,071 0,346 0,059 0,435
Domain Fungsi Keluarga

Izin tidak masuk kerja

 

-0,119

 

0,116

 

0,010

 

0,899

 

0,029

 

0,699

Dampak finansial -0,024 0,748 -0,007 0,931 0,095 0,210
*Uji korelasi Spearman

 

Tabel 7. Hubungan perilaku orang tua dengan tiap item OHRQoL anak

Item       Pengetahuan        Sikap