Elisha Aftalach, Pembimbing drg. Avina Anin Nasia, M.Sc. Tira Hamdillah Skripsa, S.KG., M.Kes mengetahui hubungan antara status kehilangan gigi dengan kualitas fungsi pengunyahan kelompok usia lansia (>60 tahun) di Kota Semarang. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada 105 orang lansia di Panti Wreda Kota Semarang yang dipilih secara consecutive sampling. Status kehilangan gigi diukur dengan menghitung jumlah gigi yang masih tersisa, sisa akar dikelompokkan ke dalam gigi yang hilang. Kualitas fungsi pengunyahan diukur
menggunakan kuesioner secara self-assessment mengenai keluhan xerostomia, kesulitan mengunyah makanan sehari-hari, kesulitan mengunyah makanan keras dan makanan lunak, serta menghindari jenis makanan tertentu. Uji statistik menggunakan uji korelasi spearman dan independent sample t test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan status kehilangan gigi yaitu sebanyak 15,2% dengan 0 gigi, 41% dengan 1-10 gigi, 28,6% dengan 11-20 gigi, dan 15,2% dengan >20 gigi. Terkait
dengan keluhan fungsi pengunyahan, sebanyak 14,3% tidak pernah, 42,9% sangat jarang, 35,2% kadang-kadang, dan 7,6% sering. Uji independent sample t test menunjukkan tidak terdapat perbedaan kualitas fungsi pengunyahan pada pengguna
gigi tiruan dan tidak dengan nilai p>0.05. Uji korelasi spearman menunjukkan adanya hubungan yang cukup signifikan antara status kehilangan gigi dengan kualitas fungsi pengunyahan dengan arah hubungan negatif dengan nilai p<0.05 (r= -0.281).
Kesimpulan: Status kehilangan gigi memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas fungsi pengunyahan pada lansia.