Penulis : Abilawa Sakti Anindyajati
Magelang, (30/07/2024) – Kesehatan Gigi dan Mulut merupakan keadaan dimana seseorang dapat dengan mudah dan tanpa gangguan menggunakan fungsi gigi dan mulutnya secara baik mulai dari tersenyum, berbicara, mengunyah, merasakan, hingga menelan. Kondisi kesehatan gigi dan mulut seringkali diabaikan hingga pada akhirnya muncul berbagai permasalahan. Pemberdayaan dan peningkatan kewaspadaan mengenai Kesehatan gigi dan mulut sebaiknya perlu dilakukan sedini mungkin.
Program pembinaan dan kaderisasi dokter gigi cilik merupakan langkah strategis yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini. Melalui program ini, anak-anak diajarkan tentang pengenalan kesehatan gigi mulut dan bagaimana pentingnya untuk menjaganya, cara menyikat gigi yang benar, serta mengenalkan kebiasaan yang baik dan buruk mengenai Kesehatan gigi. Selain itu, mereka juga dilatih untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat, yang dapat menyebarkan pengetahuan dan kebiasaan baik terkait kesehatan gigi kepada teman-teman sebaya dan keluarganya.
Pengenalan dan sosialisasi program ini dilaksanakan bersamaan dengan pengenalan dan sosialisasi program pembinaan dan kaderisasi apoteker cilik. Kegiatan ini bertempat di SD Negeri Tampingan 1. Isi kegiatan merupakan diskusi bersama kepala sekolah dan guru-guru di sana dan pengenalan modul. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada SD Negeri Tampingan mengenai program kaderisasi dan pembinaan dokter gigi cilik. Sehingga, pada akhirnya SD Negeri Tampingan 1 dapat berdaya menyusun dan menjalankan program ini sendirinya.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengenalan kembali KKN Tim II Undip 2024. Dilanjutkan dengan presensi audiens serta pembagian buku modul berjudul “Modul Panduan Pembinaan dan Kaderisasi Dokter Gigi dan Apoteker Cilik”. Kemudian, pemaparan pengenalan sosialiasi media e-modul dilakukan oleh Abilawa Sakti Anindyajati dari PSKG berkolaborasi dengan Putri Dani Noviana dari PSFarm kepada kepala sekolah dan guru-guru. Kemudian, di sesi akhir dilakukan diskusi dan tanya jawab untuk penyesuaian penerapan program ini di SD Negeri Tampingan 1. Kegiatan berlangsung lancar dan diskusi berjalan interaktif.

Program ini diharapkan dapat direalisasikan dan menjadi awal dari peningkatan kesehatan gigi dan mulut Desa Tampingan. Mulai dari lingkup sekolah dan dapat menyebar dan berkembang hingga ke lingkup masyarakat bertetangga.
Demikian informasi mengenai Mahasiswa TIM II KKN Undip melakukan pendampingan ibu hamil melalui kesehatan gigi dan mulut.