(024) 76928010 prodi-gigi@fk.undip.ac.id

Sejarah

Program Studi Kedokteran Gigi (PSKG) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) berdiri pada tahun 2016 dibawah naungan FK Undip, berlokasi di wilayah kampus Universitas Diponegoro Tembalang. PSKG dibuka bersamaan dengan Progam Studi Farmasi. Sejarah berdirinya program studi kedokteran gigi sangat unik dan sangat panjang. Tahun 1975 Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro telah mendidik dua dokter gigi sebagai Spesialis Bedah Mulut melalui pendidikan spesialis, satu orang dokter gigi dididik di bagian bedah dan satu orang dokter gigi di bagian Telinga Hidung Tenggorokan (THT). Kemudian pada tahun 1979, bagian bedah mendidik satu orang dokter gigi yang merupakan Spesialis Bedah Mulut (SpBM) lulusan terakhir dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro karena Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permen Ristekdikti) menyatakan bahwa yang berhak mendidik spesialis kedokteran gigi adalah fakultas kedokteran gigi.

Tinjauan pertama pendirian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro dilakukan pada tahun 1986 oleh drg. M.Tjenol, drg. Siti Chumaeroh, drg. Koeswartono dan Prof. Oedijani melalui peninjauan ke FKG Trisakti dan FKG Moestomo. Melalui tinjauan tersebut, pada tahun 1990 saat Rektor Universitas Diponegoro dijabat oleh Prof. dr. Moeljono S Trastotenojo (alm.), meminta bagian gigi dan mulut Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro mengajukan pendirian fakultas kedokteran gigi. Saat itu proposal pendirian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro telah diajukan sampai ke Dikti bersamaan dengan proposal Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember, namun sayang tidak berhasil dengan alasan Universitas Diponegoro yang berada di Semarang dekat dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, meskipun kita mempunyai fakultas kedokteran sedangkan Universitas Jember hanya mempunyai fakultas pertanian.

Mulai tahun 1993 bagian gigi dan mulut Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro mendapat kepercayaan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada untuk mendidik peserta Pendidikan Profesi Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Bedah Mulut (BM) Universitas Gadjah Mada tingkat terakhir untuk mengerjakan kasus-kasus besar bedah mulut di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi dengan perjanjian tripartit antara Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro dan Rumah Sakit Umum Pusat dr Kariadi. Saat itu di Rumah Sakit Umum Pusat dr Kariadi mempunyai tiga spesialis bedah mulut (dua orang status Departemen Kesehatan dan satu orang status Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro) yang bertugas mendidik, membimbing, menguji dan menilai, staf gigi dan mulut yang membantu pada pembacaan jurnal, dan laporan kasus-kasus bedah mulut minor. Namun kerjasama berhenti tahun 1998. Kemudian pada tahun 2007, bagian gigi dan mulut Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro bekerjasama dengan Universitas Indonesia untuk mendidik peserta Pendidikan Profesi Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Bedah Mulut (BM).

Tahun 2004 saat rektor dijabat oleh Prof Ir. Eko Budiharjo (alm.), bagian gigi dan mulut Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro diminta untuk mengajukan pendirian program studi di kedokteran gigi. Kami membuat proposal sesuai standar pendirian program studi kedokteran gigi yang dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), ternyata Dekan Fakultas Kedokteran belum menyetujui karena masih terbebani oleh pendirian Program Studi Psikologi dan Program Studi Gizi. Pada periode Dekan fakultas kedokteran selanjutnya, pengajuan proposal pendirian ProgramStudi Kedokteran Gigi disetujui, dan dengan surat keputusan Senat Fakultas Kedokteran permohonan dilanjutkan ke tingkat Rektor. Namun Rektor yang baru pada sidang Senat Universitas tidak menyetujui untuk melanjutkan pengiriman proposal tersebut ke Dikti.

Tahun 2006 Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) merencanakan pendirian program studi kedokteran gigi, maka dengan pertimbangan belum adanya program studi kedokteran gigi di jawa tengah, secara informal bagian gigi dan mulut melaporkan ke Dekan bahwa proposal kami diminta Universitas Islam Sultan Agung untuk diajukan ke Konsil Kedokteran Indonesia dan ijin memasukkan nama kami dalam pendirian tersebut. Akhirnya Universitas Islam Sultan Agung Semarang berhasil mendirikan fakultas kedokteran gigi tahun 2008.

Tahun 2012 saat Rektor Universitas Diponegoro dijabat Prof. Dr. Sudharto Hadi,   Bagian Gigi dan Mulut diminta untuk membuat proposal pendirian prodi kedokteran gigi dan diajukan ke universitas melalui Senat Fakultas Kedokteran. Namun memang belum diijinkan Allah, karena tahun 2011 keluar Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk moratorium pendirian program studi kedokteran dan kedokteran gigi. Surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 2030/E/T/2011 tersebut sebagai tanggapan surat Konsil Kedokteran Indonesia yang memohon Dikti untuk menghentikan sementara pendirian program studi kedokteran dan kedokteran gigi karena Konsil Kedokteran Indonesia ingin melakukan evaluasi pada program studi kedokteran dan kedokteran gigi yang telah berdiri. Melalui surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 6232/E2.2/2012 dan surat Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 281 tahun 2013, Universitas Diponegoro belum dapat mendirikan program studi kedokteran gigi.

Meskipun untuk mencapai tujuan pendirian program studi kedokteran gigi telah cukup panjang, hal tersebut tidak memadamkan cita-cita kami untuk mempunyai program studi kedokteran gigi.  Tahun 2015 Universitas Diponegoro mendapat status PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum), dengan status tersebut Universitas Diponegoro berwenang untuk mendirikan program studi baru, maka kami diminta untuk membuat naskah akademik sesuai dengan standar Dikti. Maka tahun 2016 dibawah pimpinan Rektor Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., dan Dekan fakultas kedokteran Prof. Dr. Tri Nur Kristina, M.Kes., DMM., program studi kedokteran gigi mulai menerima mahasiswa kedokteran gigi tahun pertama.